Tampilkan postingan dengan label My Memory. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Memory. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Agustus 2011

Dulu., Kini., dan Nanti

Dulu., saat-saat yg tak bisa terlupa., :

Terkepal segala sumpah yang pernah tercecer
Endapkan dusta., genangkan air mata.,
Kucoba diam dari segudang kata-katamu itu.,
Meniti lantunan setiap santun bahasa cinta.,

Lirik indahnya fajar pernah tercipta.,
Meski sudut hati pernah terbuang.. ku maafkan.
Namun bilakah sesal lenyapkan segala isi hati atas pertemuan.,
Begitu getir kenyataanmu menderaku.,

Tak ku sadari dimana awal untuk mengakhiri..,
Sampai awan kulihat tak seputih pandanganku.,
Inikah rindu ataukah goresan yang pernah terasa dalam sepi.,????

Dan..Kini.... :

Bila esok mentari mulai bersinar dan kau tiada melihatku.,
Namun ku kan tetap melihatmu dari kejauhan.,
Menangis untuk satu kegembiraan..
Bukan untuk menutupi kesalahan masing-masing..
Ku takkan paksakan kehendakku.,
Ku takkan paksakan inginku.,
Ku hanya ingin ketulusan yang datang dari hati.,

Mungkin Nanti.. :

Ku temukan sejatiku.,
Bintang dan bulan untuk malamku.,
Matahari untuk siangku.,
Dan Dia (seseorang yang tulus) untuk selamanya.,

Mengingat Malam 8 Agustus 2008.,

Sabtu, 04 Juni 2011

Antara Aku, Buku dan Dava (Dia Impianku)

Pernahkah merasakan nyaman bersama seseorang.....

Setelah genap sebulan aku jadian dengan Dava, aku semakin yakin kalau aku nggak salah pilih dan benar-benar sudah menemukan yang aku cari, Dava adalah salah satu hal indah yang Tuhan kasih. Aku mencintai dia dan akan selalu menyayangi dia untuk selamanya. Saat ini aku merasa bahagia karena penantian, dan usahaku selama ini berbuah kebahagiaan.

Telah sekian lama aku menunggu Dava lebih dekat denganku. Akhirnya, cerita cintaku saat ini sudah happy ending, tingal sekarang aku dan Dava yang menjalaninya. Dulu kami sering sekali bertengkar, hanya karena hal-hal kecil, kadang kami sampai ribut nggak menentu. Dulu sebagai teman, kami memang bukan teman yang cocok, kami saling menjatuhkan dan saling membenci. Tapi sekarang, benar kata orang-orang, kalau kamu membenci seseorang janganlah kamu sampai terlalu, dan hasilnya sekarang perasaan itu menjadi kebalikan bagi aku dan Dava, justru kami sekarang saling mencintai dan menyayangi. Tapi yang jelas, aku juga nggak mau kehilangan Dava, aku takut juga kalau aku terlalu mencintai dan menyayangi dia, bisa jadi aku dan dia akan terpisahkan....

“Hey Zia, kamu lagi ngapain? aku kangen deh sama kamu..”
“Dava, kan baru kemarin kita ketemu, kamu gimana sih?”
“Zia, kamu baik-baik ya di sana, jaga diri kamu dan jangan pernah lupakan aku ya sayang.”
“Kamu ngomong apa sih Dava? Kamu ngigau ya?”
“Nggak, maksud aku yah kamu jangan macam-macam di sana, kan di kampus kamu banyak banget tuh cowok-cowok keren, ntar ada yang godain kamu lagi, trus kamu lupain aku.”
“Ha-ha.....ha-ha.... ya nggak dong sayang, aku nggak akan tergoda sama cowok-cowok di kampus ini, nggak ada yang kayak kamu di sini, yang aku mau cuma kamu sayang..”

“jiaah kamu udah pintar ngegombal yah, siapa yang ajarin, ayo ngaku..? ha-ha..ha-ha..”
“Dava, apaaan sih?! Udah deh, aku mau kamu kasih aku kepercayaan buat berteman. Asal kamu tau aku seneng banget dan berterimakasih sama Tuhan karena aku udah bisa deket kamu seperti ini.”
“Zia asal kamu tau cinta dan sayangku lebih besar dari yang pernah kamu bayangkan selama ini.”

Satu hal inilah yang selalu ditakutkan Dava, dia selalu bilang aku akan tergoda oleh cowok-cowok di kampus, sementara aku nggak begitu? Justru akulah yang paling takut Dava yang akan berpaling dariku, meninggalkanku, dan cintanya hilang untukku. Dava sekarang kerja di salah satu perusahaan asing terkemuka di kota ini, sebagai cewek kalau kita melihatnya dengan kesan pertama, dia adalah cowok yang diimpi-impikan semua cewek. Dava nyaris sempurna, dengan modal wajah yang tampan, prilaku yang baik, kerja yang mapan, akupun takut dia akan pergi dariku, kalau seandainya ada cewek yang lebih dariku, lebih sederajat dengan dia.

Dava menggenggam tanganku erat sekali, aku merasakan kenyamanan saat dia memegang tanganku. Aku merasakan cintanya begitu kuat untukku. Saat kami masuk ke sebuah toko buku, Dava bilang dia akan membelikan aku sebuah buku sastra yang dulu sudah pernah dibacanya dan sekarang dia ingin aku juga membaca buku itu. Setelah Dava membayar buku tersebut, Dava langsung menyerahkannya padaku. Aku kaget membaca sinopsisnya, ternyata buku itu berisi tentang kekuatan cinta yang tulus, yang akhirnya terpisahkan oleh maut, dan bagaimana sakitnya hati seorang kekasih saat menghadapi peristiwa kematian itu.

“Dava, kenapa kamu kasih aku buku kayak gini?”
“Zia, aku pengen banget kamu baca buku ini, karena kalau kamu baca buku ini, kamu bakal lebih mengerti lagi apa itu cinta sejati, kamu akan merasakan betapa sangat berartinya orang yang mencintai kamu, pokoknya ceritanya bagus deh, kamu pasti nggak bakalan nyesal kalau baca buku ini, dan setelah membacanya, aku juga yakin kamu akan semakin sayang sama aku, he-he... he-he ...”
“Ih, kamu!! Ke-GR-an banget sih kamu, masa cuma gara-gara baca buku ini aku bisa semakin sayang sama kamu.”
“Eh, benaran, percaya deh sama aku. Kalau nggak, ntar kamu boleh musuhin aku lagi deh kayak dulu.”
“Kamu ngomong apaan sih, ya udah-udah, aku baca bukunya, kamu kira aku bakalan senang yah kalau kita musuhan lagi.”
Hm...Dava aneh sekali hari ini. Tadi siang dia ngomong yang nggak-nggak di telpon, dan malam ini dia juga menyuruhku membaca buku yang isinya aneh, tentang kematian. Tiba-tiba saja jantungku berdegup kencang, kata kematian terasa terngiang-ngiang di telingaku. Entah kenapa aku semakin ketakutan, takut akan kematian, takut akan kehilangan. Peganganku semakin aku kuatkan ke pinggang Dava, aku peluk pungungnya dan aku sandarkan wajahku ke sana. Aku merasakan lagi kalau aku bersama Dava, saat ini mungkin Dava sedang tersenyum karena dia merasakan cintaku besar untuknya.
Sambil mengenderai motornya, sesekali dia menoleh ke belakang untuk melihatku, Dava seperti orang yang was-was. Aneh, di sepanjang jalan aku terus kepikiran. Dan akhirnya bunyi keras dan goncangan hebat membuat aku kaget, nggak hanya goncangan, tapi sakit yang luar biasa di kepalaku, aku merasakan pusing serasa dunia ini berputar sangat kencang sekali, penglihatanku kabur, aku berusaha untuk menyadarkan diriku sendiri, apa yang sebenarnya terjadi. Tiba-tiba aku melihat Dava yang sedang tidur di jalanan, samar-samar aku melihat dia seolah-olah tidur nyenyak, aku merasa mimpi, mana mungkin Dava tidur di jalan, perasaan baru tadi aku boncengan dengan dia. Aku berjalan mendekati dia, tapi orang-orang yang ramai lebih dulu menghampiri dia, aku semakin kesakitan, aku nggak kuat lagi dan akhirnya yang aku lihat hanya kegelapan.

“Zia, kamu nggak apa-apa sayang, ini Mama.”
Aku pandangi wajah Mama. Dia seperti orang yang ketakutan, aku melihat sekelilingku, tiba-tiba aku baru sadar, selintas kejadian tadi malam teringat lagi olehku.
“Ma, Dava mana? Dia baik-baik aja kan?”
“Zia, nanti aja, kamu istirahat dulu, kamu masih sakit sayang.”
“Nggak Ma, Zia nggak merasa sakit apa-apa, sekarang Zia mau lihat Dava, dimana dia Ma?”
“Zia, luka kamu belum kering betul, tadi kamu terus-terusan ngigau kalau kamu ngerasain sakit.”
“Ma, Zia nggak ngerasa sakit, benaran, nggak tau kenapa Zia ngerasa sehat dan kuat Ma, sekarang pokoknya Zia mau ketemu Dava, pasti saat ini dia butuhin Zia banget.”
“Zia, saat ini Dava nggak butuh siapa-siapa lagi, dia udah aman Zia, dia udah tenang di sana, sekarang udah bahagia dengan kehidupannya sendiri, ada yang menjaga dia di sana.”
“Apa? Apa Ma, maksud Mama? Mama bohong!! Zia nggak percaya, nggak mungkin, nggak mungkin itu terjadi sama Dava, dia udah janji Ma nggak akan pernah ninggalin Zia, dia sayang Zia, Zia sayang Dava Ma .... nggak, nggak mungkin....

Teriakanku membuat semua suster datang ke tempatku, mereka berusaha menenangkanku, tapi aku nggak bisa, air mataku mengalir terus tiada hentinya, salah seorang suster baru saja akan memberiku suntikan penenang, tapi cepat-cepat aku elakkan.
“Tolong jangan suster, saat ini aku nggak butuh itu, aku marah sama dia, kenapa dia berani pergi ninggalin aku, padahal dulu dia udah janji nggak akan pernah pergi dariku, tapi kenapa Dava bohong, kenapa sekarang justru dia pergi, dan aku tau dia nggak akan pernah kembali lagi kan untukku? Kenapa kamu tinggalin aku Dava?”
“Zia, ini udah takdirnya, waktu Dava udah habis di dunia, kamu jangan pernah marah sama Dava sayang. Kamu harus yakin kalau sekarang Dava udah bahagia di sana.”
“Ma, kenapa harus Dava.....”
Dengan cepat suster-suster itu memegang seluruh tubuhku, dan sesaat kemudian aku tertidur, di alam mimpi Dava datang padaku. Dava tersenyum dan berjalan mendekatiku, dia kelihatan senang , seolah-olah dia mendapatkan kebahagiaan yang baru, yang tiada duanya di dunia, melihat Dava tersenyum, rasanya aku ingin sekali ikut bersama dia, ikut merasakan kebahagiaan yang dia rasakan saat ini. Aku berusaha memeluknya dan menggenggam tangannya, dia membalas pelukanku, dia mendekapku, kembali aku meerasakan kenyamanan bersamanya, aku merasakan dia memberiku kekuatan, ketegaran, dia membelai rambutku dengan penuh rasa sayang, tapi pelan-pelan dia melepaskanku, dia justru menjauh dariku, semakin jauh, jauh dan hilang dari penglihatanku.

Saat aku sadar, aku menangis , aku bukan menangis karena menahan sakit pada kepalaku, tapi aku menangis karena hatiku yang terasa amat sakit. Sekarang dunia bagiku terasa kelam, hujan nggak hanya membasahi bumi, tapi hujan membasahi kehidupanku, hatiku seolah-olah nggak berhenti menangis, menangisi orang yang telah pergi untuk selama-lamanya, dia nggak akan pernah kembali lagi.

Tiba-tiba mataku tertuju pada buku yang ada di atas meja, aku baru ingat kalau itu adalah buku yang dibelikan Dava kemarin. Aku buka satu demi satu halaman buku itu, beberapa menit kemudian aku tenggelam dalam ceritanya. Aku menangis membaca buku itu, sekilas aku seolah-olah melihat wajah Dava tersenyum di langit yang mendung di luar sana.

Entah kenapa sekarang aku kembali merasakan kekuatan itu, kekuatan cinta yang diberikan oleh Dava, aku merasakan dia ada di dekatku, merangkulku, menenangkanku, aku dapat merasakan cinta dan sayangnya. Dava, aku sangat mencintai dan menyayangi kamu, aku yakin kamu bahagia di sana, walaupun kamu sudah pergi dari kehidupanku, tapi kamu nggak akan pernah pergi dari hatiku.

Selasa, 08 Februari 2011

Ku Biarkan Tangan Tuhan yang Berkuasa

Arrrrrrrgh., akhir-akhir ni memang situasinya kurang enak buat Aku., http://www.smileycodes.info
ada z pesan" yg gga ngenakin., hadjuuuuuuuuuh..... tak suka ikh.,
tapi pasrah z lah mw diapain lg coba.,?
gga mungkin kan Aku lempar Hp., *kyaaaaaaa TIDAAAAAAK., !!!* http://www.smileycodes.info

Kudu dibanyakin istigfar ini mah da......,
yg jelaaaaaaassssssssss las las las., *bukan tukang las lho ya.., heu"*

Aku tidak pernah punya niat or pikiran buat merubah siapapun yang kenal sama aku....,
Yang aku tau perubahan seseorang bukan hanya terjadi karena 1 hal or 1 sisi terlebih untuk seseorang yang telah dewasa dan mampu menentukan sikap., banyak pertimbangan dan hal untuk mengatasi resiko yang terjadi.

Jika seseorang melihat keburukanku maka mungkin dia menjauhiku dan begitupun sebaliknya...
Jika seseorang melihat keburukanku maka mungkin dia akan dekat.
Aku bukan malaikat yang selalu berhati bersih dan pikiran positif.,
Aku bukan iblis yang selalu berhati kotor dan pikiran negatif.
Tapi aku manusia biasa yang punya kelebihan dan kekurangan atas hati dan pikiran.

Aku tak bisa melihat siapa yang berkata benar dan siapa yang berkata salah..
Ini bukan karena aku tak bisa membedakan benar or salah., hanya saja aku tak mau salah menduga yang berujung fitnah.
Aku tau hal ini kurang aku kuasai benar karena itulah aku menjawab seperlunya.,
aku tak mengetahui sejauh mana sejarah panjang orang-orang yang ada disekitarku.
dan aku pun tak bisa memaksakan orang untuk menceritakan sejarah hidupnya secara detail karena itu rahasia hidupnya.,
aku hanya membiarkan seseorang mengucapkan hal yang menurutnya penting ku ucapkan padaku tanpa keraguan.

Aku mendengarkan apa yang diucapkan., ucapan lembut selembut kapas atau mungkin selembut awan...ucapan tajam dari lidah yang tajamnya melebihi pedang.
Semakin aku mengerti dari pengalaman yang terjadi., kesalahan yang menjadi tolak ukur untuk tidak lagi melakukan keburukan seperti itu.
Semakin aku belajar untuk tulus, bersabar, tersenyum, dan menekan kemarahan serta keegoisanku.

Bukan kuasaku untuk mengelukan lidah yang akan berucap.
Bukan kuasaku untuk merubah hati dan sikap seseorang.
Bukan kuasaku untuk menghilangkan apa yang ada dan menjadikan apa yang tidak ada.
Tapi Aku hanya mampu berharap yang baik kepada Yang Berkuasa atas bumi dan langit serta pemilik hati dan diri manusia untuk mendengar isi hatiku selama ini.

Aku biarkan tangan Tuhan yang berkuasa atas semua yang terjadi., kuyakin Tuhan lebih tau apa yang baik atas apa yang aku butuhkan bukan apa yang aku minta.

Selasa, 11 Januari 2011

Catatan tentang Kisah :: Mengapa Cinta Buta??

Teman nyok ngomongin  si Cinta.,
tw gga sih banyak yg bilang klo dy ntu buta., *WHAAAAT., ???* (kaget doooooong., !!)

iya lho., katanya seh ada ceritanya napa dy bisa buta.,
*MASA.,?*

begini ceritanya........... *jeeeng jeng jeeeeeeng........*

Berawal dari.......duluuuuu..., *ya iya lah cint., masa besok., ohhoho*
sebelum dunia diciptakan seperti yang kita kenal sekarang dan manusia belum lagi menginjakkan kakinya di sana, semua sifat kebaikan dan kejahatan berkeliaran tak tentu arah dan merasa bosan, tak tahu apa yang hendak dilakukan. Suatu hari, mereka berkumpul dan merasa bosan, sampai ketika KECERDIKAN mengemukakan usul
“Mari kita bermain petak umpet” . Mereka menyukai ide itu, dan tiba-tiba
KEGILAAN berteriak “Biar aku saja yang menghitung!”
Dan karena tidak ada yang cukup gila untuk mencari KEGILAAN, semua sifat setuju saja.
KEGILAAN segera bersandar ke pohon dan mulai menghitung, “Satu, dua, tiga, … ”
Sementara KEGILAAN menghitung, semua sifat kebaikan dan kejahatan itu bersembunyi.
KELEMBUTAN menggantung dirinya di ujung bulan sabit,
PENGKHIANATAN bersembunyi di tumpukan sampah.
KASIH SAYANG bergulung diri di antara awan.
NAFSU GAIRAH bersembunyi ke tengah2 bumi.
KEBOHONGAN berkata akan bersembunyi di bawah batu, tapi ternyata justru bersembunyi di dasar danau.
Sementara itu,
KETAMAKAN masuk ke dalam kantung yang kemudian ternyata dirobeknya karena tidak muat.
Dan KEGILAAN masih terus menghitung, “Tujuh puluh sembilan, delapan puluh, delapan puluh satu…”
Saat itu, semua sifat telah bersembunyi kecuali CINTA.
Seperti keragu-raguan dalam Cinta, dia tak bisa memutuskan kemana harus bersembunyi. Dan ini tidak mengejutkan karena kita tahu betapa sulit untuk menyembunyikan Cinta.
Pada saat KEGILAAN sampai pada hitungan ke-100, CINTA segera melompat bersembunyi ke taman bunga Mawar.
Dan dengan bersemangat KEGILAAN berbalik dan berteriak, “Bersiaplah, aku datang dan akan kutemukan kalian semua...!!!”.
KEMALASAN adalah yang pertama ditemukan, karena dia tidak punya kekuatan untuk bersembunyi. Kemudian, Hampir beruntun KEGILAAN segera menemukan KELEMBUTAN yang menggantung di ujung bulan, KEBOHONGAN di dasar danau dan GAIRAH di tengah-tengah bumi. Satu persatu KEGILAAN menemukan mereka semua kecuali lagi-lagi CINTA.
KEGILAAN mulai menjadi semakin gila karena putus asa untuk menemukan CINTA. Tapi KECEMBURUAN yang iri pada CINTA karena belum juga ditemukan, berbisik pada KEGILAAN, “Kamu hanya tinggal mencari CINTA, sekarang dia bersembunyi di semak taman bunga Mawar.”
KEGILAAN tersenyum lalu mengambil garpu taman dan menusuk-nusukannya ke arah semak Mawar. Dia terus menusuk-nusuk sampai terdengar suara tangis memilukan yang membuatnya berhenti. CINTA keluar dari persembunyiannya sambil menutup mukanya dengan tangan. Di antara jari-jarinya mengalir darah yang ternyata berasal dari kedua matanya.
KEGILAAN terlalu bersemangat untuk menemukan CINTA, tanpa sengaja telah melukai mata dari CINTA.
“Apa yang telah kulakukan padamu CINTA!” teriak KEGILAAN menyesal. “Aku telah membuatmu buta! Bagaimana aku harus memperbaikinya?”
CINTA terisak dan menjawab, “Kamu tak mungkin bisa memperbaikinya. Tapi kalau kamu bersedia melakukan sesuatu untukku, kamu bisa menjadi penujukku.”
Semenjak itulah, CINTA itu buta namun dia bisa melihat dalam kegelapan, karena dia selalu didampingi oleh KEGILAAN, dan mawar tanda cinta menjadi merah karena darah dari mata CINTA mewarnainya.....

Hadjeeeuuuuuuh., kasian amat ya si Cinta ampe segitunya., http://www.smileycodes.info



~ Kata orang tentang si CINTA yang udah menyapa si Insan ~
Di hadapan orang yang kau cintai, musim dingin berubah menjadi musim semi yang indah… *uyeeeeeeeeee..,*
Di hadapan orang yang kau cintai, jantungmu tiba tiba berdebar lebih cepat… *Asyyyyyiiiiiiiek.,*
Apabila engkau melihat kepada mata orang yang kau cintai, matamu berkaca-kaca… *Huuuuaaaaaaaaah..,*
Di hadapan orang yang kau cintai, kata-kata yang keluar berasal dari perasaan yang terdalam… *Acccciikitiiiiiew....,*
Jika orang yang kau cintai menangis, engkaupun akan ikut menangis di sisinya… *Akh., gombal kaliiiiiii...,*
Tapi apabila kau mencoba menutup matamu dari orang yang kau cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal di hatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.... *Aiiiiigoooooh....., capcuzzz Cinttt...*
Apapun suka duka Cinta.... tetas saja...
CINTA ADALAH ANUGERAH SANG PENCIPTA KEPADA DUA INSAN YANG BERBEDA.......
Oopssss...kyak lagu z ya.... hahaha...

Sekian Ceritanya... terimakasih....…http://www.smileycodes.info

Minggu, 09 Januari 2011

My Memory

my memory at that moment I remembered it all
When I see those memories they seem so small.,
You're far away in a place that I can't reach
I can't wait for these words of love to be said
I really was to blame...
Will I ever get to meet you again?
I can't even imagine that
I still love you and now I'll confess that to you
I wanna love you forever.,
It's not too late
Be with me forever
For a long time you've been in my heart
Much time passes and still you're far away..., but I will stay alive..,

Kamis, 06 Januari 2011

1000 years

Moment, you came to my heart just by chance
To me you don't seem to be a stranger
It took so long for you to finally find me

For a 1000 years
I've been waiting for you
More than million until fall in eternal love
Remember forever more
we stand for a 1000 years

Sometimes I know it will not be easy, yes true
Until then I will pray for our true love
Don't ever forget my love
we will be together

For a 1000 years
I've been waiting for you
More than million until fall in eternal love
Remember forever more
we stand for a 1000 years

Don't say
I don't want to hear you saying 'Goodbye'
Please promise me
you will always be my love
my love

For a 1000 years
I've been waiting for you
More than million until fall in eternal love
Remember forever more
we stand for a 1000 years